Jumat, 29 Agustus 2014

PENYEBAB SISWA SMANEKA YANG SERING TERLAMBAT DATANG KE SEKOLAH





Oleh kelompok 4 :
·         Adhitya R D N
·         Ghalih Gusty W
·         Ivo Disa Putri
·         Marta Setyorini
·         Novia Herdiandini
·         Wita Aprilia B

SMA NEGERI 1 KEPANJEN
Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 48 Telp. (0341) 395122
Kecamatan Kepanjen Kode Pos : 65163
LATAR BELAKANG
       Adanya fakta di SMA Negeri 1 Kepanjen tentang banyaknya siswa yang sering terlambat datang ke sekolah, membuat kami ingin mengetahui alasan sebenarnya yang membuat siswa sering sekali terlambat. Secara umum penyebab biasanya seorang siswa terlambat adalah karena bangun terlalu siang. Namun frekuensi keterlambatan seorang siswa sangat tinggi, membuat kami berfikir, apa alasan pribadi siswa tersebut sehingga membuat siswa tersebut selalu terlambat.
       Karena jika siswa terlalu sering terlambat datang ke sekolah waktu jam belajar di sekolah akan terpotong, atau tertinggal pelajaran. Sehingga akan mempengaruhi proses belajar siswa dan nilainya di sekolah. Karena siswa yang terlambat akan sulit menerima pelajaran dengan baik.
RUMUSAN MASALAH
·         Apa alasan siswa datang terlambat ?
·         Apa harapan pihak sekolah terhadap siswa yang terlambat ?
·         Apa upaya yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut ?
TUJUAN
Mencari solusi bagi siswa yang sering terlambat datang ke sekolah agar bisa mengubah kebiasaanya yang negatif. Sehingga dapat meningkatkan kedisiplinan dan membuat proses belajar di sekolah tidak terhambat. Selain itu, juga dapat meningkatkan kualitas sekolah melalui pembinaan karakter menjadi siswa yang disiplin datang ke sekolah tepat waktu.
 MANFAAT
Dengan adanya penelitian ini kami dapat mengetahui frekuensi siswa yang sering terlambat dan membantu guru tatib untuk meningkatkan dan memberikan sanksi yang tegas kepada siswa yang sering datang terlambat. Akhirnya siswa yang sering datang terlambat termotivasi untuk datang lebih awal atau tepat waktu.
METODE
Untuk melakukan penelitian ini kami menggunakan metode survei. Dengan memberikan kuesioner atau angket kepada beberapa siswa yang diketahui sering datang terlambat. Sehingga kami dapat mengetahui alasan pribadi  siswa tersebut. Kemudian dapat memecahkan masalah siswa yang sering datang terlambat.

Rabu, 27 Agustus 2014

KARYA 3 DIMENSI



   Ø Alat 
·        Pensil
·        Spidol
·        Gunting
Ø Bahan
·        Kendi
·        Kain perca
·        Lem Kayu



Ø Cara Pembuatan
·        Buatlah pola yang diinginkan di luar kendi menggunakan pensil lalu lapisi dengan spidol agar lebih tampak
·        Setelah itu guntinglahmodel kain perca yang dikehendaki
·        Lalu, oleskan lem dikendi tersebut untuk menempelkan kain perca, gunakan pensil untuk mempermudah
·        Tempelkan kain tersebut mengikuti pola yang ada

·        Setelah semua tertempel, dapat diolesi lem kembali agar terlihat berkilau dan kain perca tersebut lebih menempel pada kendi

BATIK



Ø  Alat
·      Pensil
·      Canting
·      Wajan
·      Kompor gas
·      Gayung
·      Panci
·      Ember

Ø Bahan
·      Malam
·      Warna : Naptol (AS), Tro, Kostik, dan Garam (Violet B)
·      Soda Abu
·      Air
·      Kain Mori Prima
·      Renda


Ø  Cara Pembuatan :
·      Langkah awal buat desain batik pada kain. Setelah desain sudah selesai dibuat, panaskan malam pada wajan yang sudah disiapkan. Setelah malam mencair, ambil malam dengan menggunakan canting dan cantinglah malam pada kain sesuai dengan desain yang sudah dibuat tadi hingga selesai (tetap panaskan malam dengan suhu rendah/ api kecil supaya tidak gosong hingga selesai)
·      Selanjutnya setelah mencanting, mulailah mewarna (jika menghendaki 2 warna atau lebih, celupkan ke dalam warna muda terlebih dahulu baru warna tua) dengan cara :
ü Mulailah panaskan air secukupnya pada panci di atas kompor sampai mendidih
ü Setelah air mendidih tuangkan air tersebut ke dalam gayung dan campurkan Naptol (AS), Tro, dan Kostik ke dalamnya lalu aduk
ü Siapkan 2 ember untuk mengisi air
ü Isi ember pertama dengan Garam (Violet B)
ü Ember kedua untuk melarutkan air panas dengan air yang berada di dalam gayung tadi
ü Lalu mulailah proses mewarnai dengan mencelupkan kain dari ember  2 ke ember 1 dan bilas (jangan dikucek), ulangi proses pewarnaan selama 4 kali atau sampai pada warna yang diinginkan
ü Jemur di tempat yang tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung

·      Untuk menghilangkan malam pada kain tersebut dapat dilakukan dengan cara merendam dengan air panas kain di ember 3 dengan Soda Abu. Pertama panaskan air lalu tuangkan air mendidih tersebut ke dalam ember dan masukkan Soda Abu ke dalamnya. Setelah itu masukkan kain ke dalam ember, rendam dan angkat, lakukan selama beberapa kali hingga kain bersih dari malam. Setelah itu jemur. Setelah selesai dan kering, rapikan kain (setrikalah) dan beri renda pada tepian kain supaya terlihat lebih indah 


FIBER GLASS



Ø  Alat
·        Cetakan / Mika
·        Tempat adukan
·        Lidi/sedotan



Ø  Bahan
·      Resine Bening
·      Resine Warna
·      Catalis Oil
·      Gantungan
·      Hiasan / Foto
·      Minyak Goreng


Ø  Cara Membuat
·     Buatlah cetakan sesuai bentuk yang diinginkan, kemudian siapkan media yang akan dimasukkan ke dalam cetakan
·     Cetakan diolesi dengan minyak goreng terlebih dahulu, kemudian dibersihkan dengan kapas apabila menggunakan cetakan jadi
·     Campurkan resine bening dengan Catalis Oil 3-6 tetes, kemudian masukkan ke dalam cetakan yang sudah diolesi dengan minyak goreng
·     Masukkan hiasan (gambar,foto,hewan(serangga yang mati dikeringkan),pernik,bunga asli/ plastik
·     Campurkan resine warna dengan katalis oil nya 3-6 tetes, kemudian masukkan kedalam cetakan yang sudah terisi resine bening dengan hiasan/foto yang sudah mulai mengental
·     Setelah resine warna dituang sampai bening, sebelum mengental segera ditutup dengan plastik mika
·     Setelah reaksi panas, posisi di dalam cetakan segera dimasukkan ke dalam air dingin kurang lebih 20 menit
Zat Aditif pengawet pada Makanan


Bahan yg ditambahkan kedalam pangan unyuk mempengaruhi sifat atau bntuk pnagn baik yg bergizi maupun tdk
zat aditif makanan diberikan untuk meningkatkan, dan kulitas, menambah rasa dan memantapkan kesegaran produk makanan


Tujuan zat aditif :
1.membuat makanan menjadi tahan lama
2.mempertahankan nilai gizi
3.memperbaiki penamplan makanan

Macam-macam zat aditif :
1.      Pemanis
2.      Penyedap
3.      Pewarna
4.      Pengawet


Pengertian  Pengawet Zat Aditif

Zat pengawet adalah zat-zat yang sengaja ditambahkan pada bahan makanan dan minuman agar makanan dan minuman tersebut tetap segar, bau, dan rasanya tidak berubah, atau melindungi makanan dari kerusakan akibat membusuk atau terkena bakteri/jamur

Tujuan
a.       Supaya produksi pngan tidak mudah rusak
b.      Agar makanan lebih tahan lama
c.       Memperbaiki penampilan makanan

Jenis pengawet
a.       Pengawet alami
1.      Gula Tebu
2.      Gula Merah
3.      Garam
4.      Kunyit
5.      Kulit Kayu Manis
b.      Pengawet Buatan
1.      Asam Asetat
2.      Benzoat
3.      Sulfit
4.      Propil Galat
5.      Propianat
6.      Garam Nitrit
7.      Sorbat
8.      Boraks
9.      Formalin



Dampak bagi kesehatan
1. Formlain           : bahan pengawet tahu yg dapt menyebabkan kanker paru2 gangguan alat  pencernaan dan jantung
2. Boraks              : bahan pengawet bakso dpt menyebabkan gangguan paada otak ,hati,dan kulit

Cara membedakan makanan yang mengandung boraks :

Bakso : Ciri bakso yang mengandung boraks teksturnya sangat kenyal, warna tidak kecoklatan seperti penggunaan daging dan cenderung berwrna putih
Mie basah : Ciri mie basah yang mengandung boraks teksturnya kenyal, sangat mengkilat, tidak lengket, dan tidak mudah putus

Solusi penggunaan zat aditif
Car internal atau cara yang ditempuh dari kasadaran diri kita sendiri.

Dapat diganti menggunakan bahan bahan alami
Mengurangi mengkonsumsi makanan siap saji
Meningkatkan konsumsi buah-buahan dan sayuran dan beberapa vitamin
Memberi pengertian kepada anggota keluaraga tentang bahaya zat aditif , mengawasi dan mengotrol, meminimalisir penggunaan zat asitif
Membiasakan membawa bekal makanan sehat dari rumah ketika bersekolah, berpiknik

Cara eksternal maksudnya adalah dari luar diri kita, seperti produsen makanan, penjual makanan, lembaga pemerintah, maupun non pemerintah

-          Produsen
Harus memliki kesadaran akan tanggung jawab terhadap penggunaan zat aditif pada bahan pangan produksi, memberiakn informasi yang jelas komposisi bahan aditif yang ditambahkan pada produknya
-          Pemerintah
Melakukan pengawasan ketat dan menindak secara tegas produsen yang tebukti secara nyata melakukan pelanggaran terhadap aturan pemberian zat aditif dalam produk makanan.
-          Non pemerintah
Membantu pemerintah dalam mengawasi produk-produk bahan makanan yang beredar di pasaran
Memberikan penyuluhan akan pentingnya makanan sehat bagi tubuh manusia

Bakso : teksturnya sedkit keras dan agak kasar, berwarna kecoklatan

Mie Basah : warnanya tidak mengkilat, lengket, dan mudah putus

Posting Tugas Juga Bisa

aku bingung blog ini mau diisi apa
jadi aku isi tugas tugas aja ya
siapa tau dari kalian ada yang cari info
kan lumayan bisa nambah pengetahuan
juga kalian yang cari jawaban dari PR
smoga bisa jawab dengan postingan tugasku
nah, smoga semua tugasku
bisa bermanfaat ya buat kalian :)
Tugas Fisika
Elastisitas, Tegangan Permukaan, dan Tegangan Permukaan Pada Selaput Sabun
 



















Oleh :

Novia Herdiandini
X MIA 2
26

SMA NEGERI 1 KEPANJEN
ELASTISITAS
1.     Judul :
Elastisitas
2. Alat dan Bahan :
- Alat Tulis
- Karet Pentil
- Statif
- Klem
- Beban Gantung
- Kertas Grafik
3. Teori : Bila benda elastis ditarik, semakin besar pertambahan
panjang benda semakin terasa berat tarikannya. Artinya, saat benda elastis ditarik, benda melakukan gaya reaksi terhadap gaya tarikan.
4. Langkah Kerja :
a. Susunlah alat seperti gambar









b. Agar karet dapat lurus berilah beban m0 = 10 g.
Ukurlah panjang karet pentil (l0)
c. Tambahkan massa beban sehingga menjadi 20 g, 30 g, 40 g, 50 g, 60 g, 70 g, 80 g, 90 g, dan 100 g dan ukurlah panjang karet pentil (l) dari masing - masing beban tersebut.
d. Setiap memberi tambahan massa, ukurlah ulang l0.
5. Pembahasan
Elatisitas adalah tingkat pemulihan suatu benda kebentuk semula yang berupa gaya.



ü Tegangan (Stress)
Tegangtan (stress) adalah gaya (F) yang dialami benda persatuan luas (A).
s = F
       A

ü Regangan (Strain)
Regangan (strain) adalah perbandingan pertambahan panjang terhadap panjang asli, akibat mengalami tegangan.
S =∆ℓ
      Lo

ü Modulus Kelentingan
Modulus kelentingan adalah perbandingan antara suatu tegangan (stress) terhadap regangan (strain).
E= F. Lo
    A . ∆ℓ

ü Hukum Hooke
∆ℓ a F
k. ∆ℓ = F
F = k. ∆ℓ

v Keterangan :
F       : Gaya tekan atau tarik.
L0          : Panjang mula - mula.
A       : Luas penampang yang tegak lurus dengan gaya.
∆ℓ      : Tegak lurus panjang.
E       : Modulus elastisitas.
s       : Tekanan (stress).
S                               :Regangan (strain).

6. Data
W0  = m0.g dan g = 10 ms-2
Data
1
2
3
4
5
6
7
8
9
F=(W-W0)
0,1 N
0,2 N
0,3 N
0,4 N
0,5 N
0,6 N
0,7 N
0,8 N
0,9 N
∆ℓ (L-L0)
1 cm
2 cm
4 cm
5,5 cm
6,5 cm
8,5 cm
10,5 cm
12 cm
14,5 cm

1.     a. Buatlah grafik hubungan antara gaya F dan ∆ℓ (dengan F menurut
sumbu vertikal dan ∆ℓ menurut sumbu mendatar).
b. Berdasarkan grafik, tentukan rumus (persamaan) hubungan antara F dan
∆ℓ.
F       = K . ∆ℓ
c. Tentukan besar konstanta pegas dari grafik hasil percobaan.
·        Diketahui :
F1 = 0,1 N
∆ℓ 1 = 1 cm
= 0,01 m
·        Ditanya :
k… . ?
·        Jawab :
F    = k. ∆ℓ
0,1 = k.0,01
1  = k.10-1
k  = 10
d. Saat diberi beban berapa karet tidak sepanjang L0 ?
F = 0,3 N
e. Jika karet pentil diberi beban yang besarnya terus bertambah apa
dampaknya ?
1.     Panjang karet pentil semakin bertambah.

2.     Elastisitasnya semakin berkurang.