Rabu, 21 September 2016

Makalah Tentang Makna Agama dan Urgensinya dalam Kehidupan Manusia

MAKALAH
 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
MAKNA AGAMA DAN URGENSINYA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA




Untuk Memenuhi Tugas

Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam
Dosen Pembimbing : Siti Rohmah, M.HI




Disusun Oleh

Kelompok 1
Kevin Aditya              (165150700111006)
Roisul Setiawan          (165150701111006)
Novia Herdiandini      (165150707111003)




FAKULTAS ILMU KOMPUTER PRODI TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2016





Kata Pengantar

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, hidayah, dan ridho-Nya sehingga kita dapat menyusun makalah yang berjudul MAKNA AGAMA DAN URGENSINYA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA dengan lancar yang dilaksanakan di Universitas Brawijaya,
Dengan tersusunnya makalah ini, penulis mengucapkan terima kasih pada:
1.      Allah SWT
2.      Orang Tua dan seluruh anggota keluarga yang memberi dukungan dan do’a
3.      Bpk. Wayan Firdaus Mahmudy, S.Si, M.T, Ph.D selaku Dekan Fakultas Ilmu Komputer
4.      Dian Eka Ratnawati, S.Si, M.Kom selaku Ketua Prodi Teknologi Informasi
5.      Siti Rohmah, M.HI selaku Dosen pengajar mata kuliah Pendidikan Agama Islam
6.      Seluruh Bapak dan Ibu Dosen serta Karyawan Fakultas Ilmu Komputer
7.      Dan Teman-teman dari kelas Teknologi Informasi “A” yang saya cintai
Demikian yang bisa diutarakan penulis, semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja, khususnya bagi Mahasiswa Universitas Brawijaya. Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar Makalah ini tersusun dengan tujuan dan sasaran yang tepat agar bermanfaat.





Malang, 10 september 2016





Kelompok 1



BAB I
PENDAHULUAN
1.1           Latar Belakang
Agama adalah fitrah “ketentuan mutlak” bagi Manusia tanpa manusia agama bukan berarti apa-apa, karena Agama memang ditujukan bagi manusia. Agama sangatlah penting dalam kehidupan manusia. Demikian pentingnya agama dalam kehidupan manusia, sehingga diakui atau tidak sesungguhnya manusia, sangatlah membutuhkan agama. Dan sangatlah dibutuhkannya agama oleh manusia, tidak saja di masa primitif dulu sewaktu ilmu pengetahuan belum berkembang, tetapi juga di zaman modern sekarang sewaktu ilmu dan teknologi telah sedemikian maju. Dimensi Agama yang telah dikonsepsikan manusia adalah: adanya kepercayaan kepada Sang Pencipta, Adanya wahyu asli, dogma teologi, yakin tentang adanya supranatural, adanya proses evolusi.
1.2           Rumusan Masalah
a.       Kebutuhan Manusia Terhadap Agama
b.      Fungsi Agama dalam kehidupan manusia
c.       Pentingnya Agama Dalam Kehidupan Manusia

1.3           Maksud dan Tujuan
a.       Dapat memahami mengapa manusia butuh terhadap agama
b.      Dapat memahami fungsi agama dalam kehidupan manusia
c.       Dapat memahami akan pentingnya agama dalam kehidupan manusia


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1    Makna Agama
2.1.1 Pengertian Agama
Pengertian agama menurut para ahli di bidang Psikologi :
1.      Sigmund Freud, Agama berasal dari ketidakmampuan. Menghadapi kekuatan dari alam di luar diri dan kekuatan dari dalam diri. Manusia belum mampu menggunakan akal untuk mengatasi kekuatan yang ada di luar dan di dalam diri. Agama dipandang sebagai ilusi atau imaginasi anak – anak yang penuh fantasi dan mimpi.
2.      Carl Gustav Jung, Agama adalah ketundukan pada kekuatan yang lebih tinggi dari pada kekuatan kita sendiri. Ketidak sadaran yang disebabkan oleh kekuatan di luar diri yang disebut ketidak sadaran agamis. Agama dipandang sebagai fenomena yang lahir dari ketidaksadaran.
Pengertian agama menurut para ahli di bidang Sosiologi
1.      Emile Durkheim memandang agama sebagai kepercayaan dan pengalaman terhadap sesuatu yang sakral yang menyatu dalam komunitas moral yang disebut gereja. Pendapat ini tidak dapat mewakili pengertian agama secara keseluruhan karena esensi dari agama tidak disentuh sama sekali.
2.      Charles Darwin meyakini agama pada dasrnya berevolusi sesuai dengan tingkat budaya yang dicapai manusia
3.      Taylor menyatakan agama berkembang melalui fase dinamisme (kepercayaan kekuatan oleh alam atau barang tertentu yang dipegan oleh dewa tertentu), fase politeisme (kekuatan yang terorganisasi dan terstruktur yang dipegan oleh dewa tertentu) dan fase monoteisme (perkembangan akal dan budaya yang semakin maju yang terpadu pada kekuatan Tuhan Yang Maha Berkuasa).
4.      Aguste Comte melihat manusia tidak suka memikirkan apa yang tidak dapat dicoba tapi membatasi dan mendasarkan pengetahuan pada apa yang dilihat, diukur, dan dibuktikan.
Agama adalah risalah yang disampaikan Tuhan kepada Utusan sebagai petunjuk bagi manusia dan hukum sempurna untuk dipergunakan manusia dalam menyelenggarakan tata cara hidup yang nyata dan mengatur hubungan dengan tanggung jawab kepada Tuhan, kepada masyarakat serta alam sekitar.
Agama sebagai sumber sistem nilai, petunjuk, pedoman dan pendorong bagi manusia untuk memecahkan berbagai masalah hidupnya sehingga terbentuk motivasi, tujuan hidup dan perilaku manusia yang lebih baik.

2.1.1 Pengertian Agama Islam
          Islam adalah sebuah agama yang diturunkan Alloh kepada Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rosul paling akhir untuk menjadi petunjuk atau pedoman hidup bagi seluruh manusia sampai akhir zaman. Secara harfiah, Islam memiliki arti damai, tunduk, selamat dan bersih. Kata islam sendiri terbentuk dari tiga huruf, yaitu S (sin), L (lam) dan M (mim) yang mempunyai makna dasar “Selamat” (Salama).
               
                 Dari segi bahasa agama Islam memiliki arti atau pengertian sebagai berikut:
1.      Islam dari kata ‘Salm‘ yang memiliki arti damai
“DAN APABILA MEREKA MENDEKAT KEPADA PERDAMAIAN, MAKA DEKATLAH KEPADANYA DAN BERTAWAKALLAH KEPADA ALLOH. SUNGGUH, IALAH YANG MAHA MENDENGAR LAGI MAHA TAHU.” (QS. AL ANFAL : 61)
Arti ‘salm’ diatas mempunyai arti damai atau perdamaian dan termasuk salah satu arti/makna dan ciri khas dari Islam, yakni Islam termasuk agama yang selalu membawa umatnya kedalam perdamaian. Dalam Islam diperbolehkan kaumnya untuk berperang apabila mereka diperangi terlebih dulu oleh musuh-musuhnya. Hal ini sebagai bukti yang nyata bahwa di dalam Islam sangat menjunjung tinggi perdamaian.
2.      Islam dari kata ‘Aslama’ yang berarti menyerah
Dalam hal ini menandakan bahwa umat Islam termasuk seseorang yang ikhlas menyerahkan dan menggantungkan jiwa serta raganya hanya kepada Allah SWT. maksud dari penyerahan jiwa dan raga ini berarti melaksanakan terhadap apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Allah Berfirman :

“DAN SIAPAKAH YANG LEBIH BAIK AGAMANYA DARI PADA ORANG YANG IKHLAS MENYERAHKAN DIRINYA KEPADA ALLAH, SEDANGKAN DIAPUN MELAKUKAN KEBAIKAN, DAN IA MENGIKUTI AGAMA IBRAHIM YANG LURUS? DAN ALLOH MENGAMBIL IBRAHIM MENJADI KESAYANGAN-NYA.” (QS. An Nisa’ : 125)
“KATAKANLAH: SESUNGGUHNYA SHOLATKU, IBADAHKU, HIDUPKU DAN MATIKU HANYALAH UNTUK ALLOH, TUHAN SEMESTA ALAM.”(QS. Al An’am : 162)
“MAKA APAKAH AKAN MENCARI AGAMA LAI SELAIN AGAMA ALLOH, PADAHAL HANYA KEPADA-NYA LAH TEMPAT BERSERAH YANG ADA DI LANGIT DAN DI BUMI, BAIK DALAM KEADAAN SUKA MAUPUN TERPAKSA DAN HANYA KEPADA ALLOHLAH MEREKA KEMBALI.” (QS. Ali ‘Imran 3:83)
Maka dari itu hendaklah seorang muslim menyerahkan diri kepada aturan agama Islam dan juga kehendak Allah SWT, insya’allah dengan demikian hati akan menjadi tenteram, tenang dan damai.
3.      Islam dari kata ‘Saliim‘ (Bersih atau suci)
Allah Berfirman :
“KECUALI ORANG-ORANG YANG MENGHADAP ALLOH DENGAN HATI YANG BERSIH” (QS. Asy Syu’ara’ : 89)
“(INGATLAH) KETIKA IA DATANG KEPADA TUHANNYA DENGAN HATI YANG SUCI” (QS. As Saffat: 84)
            Ini berarti bahwa agama Islam adalah agama yang bersih dan suci dan mampu menjadikan bersih dan suci terhadap jiwa bagi pemeluknya, selain itu juga akan mengantarkan kepada kebahagiaan yang hakiki, baik kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.
            Pada hakikatnya Alloh mensyariatkkan agama Islam untuk membersihkan dan mensucikan jiwa manusia. Allah berfirman :
“SESUNGGGUHNYA ALLOH TIDAK MENGHENDAKI DARI ADANYA SYARIAT ISLAM, KARENA ITU HENDAK MENYULITKAN KAMU, TAPI SUNGUH IA BERKEINGINAN UNTUK MEMBERSIHKKAN KAMU DAN MENYEMPURNAKAN NI’MAT-NYA BAGIMU AGAR KAMU BERSYUKUR.” (QS. Al Ma’idah : 6)




4.      Islam dari kata ‘Salam‘ yang memiliki arti selamat dan sejahtera.
Allah Berfirman :
“SEMOGA KESELAMATAN DILIMPAHKAN KEPADAMU, AKU AKAN MEMINTA AMPUN BAGIMU KEPADA TUHANKU. SESUNGGUHNYA IA SANGATLAH BAIK KEPADAKU.” (QS. Maryam : 47)
            Hal ini memiliki makna bahwa agama Islam selalu membawa umat manusia kepada keselamatan dan kesejahteraan. Sedangkan pengertian Islam dalam istilahnya adalah kepatuhan seorang hamba kepada wahyu Ilahi yang diturunkan kepada para Rasul dan Nabi, khususnya Muhammad SAW sebagai pedoman atau landasan hidup dan juga sebagai hukum/aturan Allah yang dapat membina seluruh manusia ke jalan yang lurus menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat.

2.1.3 Macam-Macam Agama
1.        Agama Wahyu
Agama wahyu adalah ajaran tuhan yang disampaikan kepada para utusannya. Agama wahyu atau samawi adalah kebalikan agama budaya, agama wahyu itu tidak langsung diturunkan kepada masyarakat, akan tetapi melalui utusan tuhan. Penunjukan seorang manusia menjadi utusan oleh tuhan adalah gaib, karena penyampaian wahyu oleh malaikat kepada utusan itu bersifat gaib.
Ciri ciri Agama wahyu :
1.      Secara pasti dapat ditentukan lahirnya, dan bukan tumbuh dari masyarakat melainkan diturunkan kepada masyarakat.
2.      Disampaikan oleh manusia yang dipilih sebagai utusan. Utusan itu bukan menciptakan agama melainkan menyampaikannya.
3.      Memiliki kitab suci yang bersih dari campur tangan manusia.
4.      Ajarannya serba tetap walaupan tafsirannya dapat berubah sesuai dengan kecerdasan manusia.
5.      Konsep ketuhanannya adalah Monotheisme mutlak
6.      Kebenarannya adalah universal yaitu berlaku bagi setiap manusia, masa, dan keadaan

2.           Agama Budaya
Agama Budaya adalah ajaran agama yang dihasilkan oleh pikiran atau persamaan manusia secara kumulatif. Adapun ciri ciri agama budaya adalah :
1.      Tumbuh secara kumulatif dalam masyarakat penganutnya
2.      Tidak disampaikan oleh utusan Tuhan
3.      Umumnya tidak memiliki kitab suci, kalaupun ada, akan mengalami perubahan-perubahan dalam perjalanan sejarahnya
4.      Ajarannya dapat berubah-ubah, sesuai dengan perubahan akal pikiran masyarakatnya
5.      Konsep ketuhanannya : dinamisme, animisme, politheisme dan lain lain
6.      Kebenaran ajarannya tidak universal yaitu tidak berlaku bagi setiap manusia, masa dan keadaan.
Elemen elemen dalam agama :
1.      Komunitas. Setiap tradisi memiliki suatu komunitas keagamaan (Gereja, ummah, sangha, dan lain lain) yang memiliki beragam cabang yang membawa umat beriman kedalam suatu konteks global.
2.      Ritual yang dapat dipahami dalam tiga aspek: Penyembahan yang terus-menurus, sakramen, dan upacara upacara. Sakramen biasanya, berkaitan dengan perjalanan kehidupan yang luar biasa, kelahiran, inisiasi, perkawinan, dan kematian. Upacara upacara sering merayakan tangal kelahiran atau peristiwa peristiwa besar lainnya dari kehidupan tokoh tokoh besar seperti Yesus, Musa, Muhammad, Krishna, dan Buddha. Aktivitas penyembahan sngat beragam dari segi frekuensi, watak, dan signifikansinya, namun seluruh agama memilikinya.
3.      Etika. Seluruh tradisi memiliki keinginan mengkonseptualisasikan dan membimbing ke arah kehidupan yang baik, dan semua menyepakati persoalan persoalan dasar seperti keharusan menghindari kebohongan, mencuri, pembunuhan, membawa aib keluarga, dan mengingkari cinta. Tradisi tradisi monoteistik menyerukan agar mencintai manusia dan Tuhan, serta tradisi tradisi Timur lebih cenderung menyerukan concern etis kepada alam.
4.      Keterlibatan sosial dan politis. Komunitas komunitas keagamaan merasa perlu terlibat dalam masyarakat yang lebih luas untuk mempengaruhi, mereformasi, atau beradaptasi dengannya kecuali jika agama dan masyarakat saling terpisah seperti dalam agama agama primal. Keterlibatan sosial dan politis tergantung pada konteks dan dan pandangan pandangan dari tradisi terkait. Hal ini cenderung akrab dalam Islam, secara sosial terjadi dalam tradisi tradisi hindu melalui sistem kasta, secara tajam tertanam dalam banyak sejarah yahudi, dan dikalangan umat kristen dengan keragamannya mulai dari penolakan terhadap masyarakat oleh kaum hermit (orang orang Kristen awal yang menarik diri daari masyarakat dan hidup menyendiri, atau oleh Tolstoy, sampai dengan keterlibatan gereja dan negara secara mendalam dalam agama Kristen Bizantin.
5.      Kitab suci, termasuk mite atau sejarah suci dalam kitab suci atau tradisi oral yang denganny masyarakat hidup, dengan mengesampingkan agama agama primal, kebanyakan tradisi memiliki kitab kitab sebagai suatu canon (peraturan peraturan). Injil Kristen, Al-Quran, Bibel Yahudi (yang merupakan perjanjian lama kristen), Hindu Veda, dan Pali. Canon dikalangan Buddha Mahayana dihormati oleh Sutra Mahayana, semua itu adalah contoh dari kitab suci.
6.      Konsep atau Doktrin. Tradisi kristen dengan gagasan ortodoksi doktrinal lebih menekankan pada konsep dan teologi dibanding lainnya, namun seluruh tradisi memiliki sejimlah konsep yang sangat penting bagi mereka. Seluruh agama monoteitik menitikberatkan pada konsep Tuhan namun berbeda mengenai Tuhan itu trinitas atau bukan.

2.2    Urgensi Agama dalam Kehidupan Manusia
          2.2.1 Urgensi Agama Secara Universal
Einstein menyatakan bahwa sifat sosial manusia merupakan salah satu faktor pendorong terwujudnya agama. Harapan akan adanya sesuatu yang dapat memberi petunjuk dan pengarahan, harapan pecinta dan dicintai, keinginan bersandar pada orang lain dan terlepas dari putus asa semua itu terbentuk dalam diri sendiri dasar kejiwaan untuk menerima keimanan Tuhan.
Wiliam James filosof Jerman meyakini hal fisik dan material merupakan sumber tumbuhnya berbagai keinginan batin, namun banyak pula keinginan yang tumbuh dari alam balik alam material ini.
Ilmu dan teknologi serta kemajuan peradaban manusia melahirkan jiwa yang kering dan haus akan rohaniah. Kekecewaan dan kegelishan batin selalu menyertai perkembangan kesejahteraan manusia. Satu – satunya cara untuk memenuhi perasaan dan keinginan itu adalah keyakinan agama.
Arti penting suatu agama :
1.      Agama Sumber Moral
Tanpa moral kehidupan manusia kacau balau, tidak peduli lagi baik atau buruk atau halal haram. Pentingnya agama dalam kehidupan disebabkan oleh sangat diperlukanya moral oleh manusia, padahal moral bersumber dari agama. Agama menjadi sumber moral karena agama mengajarkan iman kepada Tuhan dan kehidupan akhirat, serta adanya perintah dan larangan.
2.      Agama Petunjuk Kebenaran
Manusia adalah makhluk berakal. Keinginan manusia untuk mengetaui segala sesuatu tentang kebenaran menjadi tanda tanya besar. Kebenaran yang gagal dicari – cari oleh manusia sejak dulu dengan ilmu filsafat ternyata jawabanya ada dalam agama. Agama adalah petunjuk kebenaran. Bahkan agama itulah kebenaran, yaitu kebenaran yang mutlak dan universal. Itulah agama Islam
3.      Agama Sumber Informasi Metafisika
Rahasia metafisika juga termasuk hal yang ingin disingkap oleh manusia. Padahal masalah metafisika adalah masalah gaib seperti hidup setelah mati, Tuhan, surga, neraka atau hal lain di balik alam nyata ini.
Sesungguhnya persoalan metafisika sudah termasuk wilayah agama atau iman dan hanya Allah yang mengetahuinya. Dengan agamalah dapat diketahui hal – hal yang berkaitan dengan alam arwah, alam barzah, alam akhirat, sura dan neraka, Tuhan dan sifat-Nya, dan hal gaib lainya.
4.      Agama Pembimbing Rohani Manusia
Manusia diberi coabaan Tuhan dengan keburukan dan kebaikan. Dan hal itu dimaksudkan sebagai ujian manusia dalam menghadapi cobaan tersebut yakni cobaan duka karena ditimpa sesuatu yang buruk atau cobaan suka karena memperoleh sesuatu yang baik.
Bersyukur dikala suka dan sabar dikala duka harus selalu dimiliki oleh orang beriman. Dengan begitu orang beriman aka hidup selalu stabil, tidak ada goncangan, tentram, dan bahagia. Keadaan hidup seluruhnya serba baik.

Inilah empat persoalan yang ditangani oleh semua agama :
1.    Semua agama memikirkan tentang egoisme dan hilangnya arti kebaikan bersama dan solidaritas bersama
2.      Gagasan tentang keadilan dan hak asasi manusia
3.      Masalah status bagaimana memperlakukan yang miskin dan yang lemah
4.      Semua agama percaya hidup tidak hanya mempertahankan kelangsungan hidup tetapi juga harus berkembang

2.2.1 Urgensi Agama Menurut Islam
1.      Islam sebagai wahyu Ilahi
“DAN TIADALAH YANG DIUCAPKANNYA ITU (AL QUR’AN) MENURUT KEMAUAN HAWA NAFSUNYA. UCAPANNYA ITU TIDAK LAIN HANYALAH WAHYU YANG DI WAHYUKAN (KEPADANYA).” (QS. An Najm : 3-4)
2.      Sebagai pedoman hidup
“AL QUR’AN INI ADALAH PEDOMAN BAGI MANUSIA, PETUNJUK DAN RAHMAT BAGI KAUM YANG MEYAKINI.” (QS. Al Jasiyah : 20)
3.      Hukum yang mengatur manusia
“DAN HENDAKLAH KAMU MEMUTUSKAN PERKARA DI ANTARA MEREKA MENURUT APA YANG TELAH DITURUNKAN OLEH ALLAH, DAN JANGANLAH KAMU MENURUTI HAWA NAFSU MEREKA. DAN BERHATI-HATILAH KAMU TERHADAP MEREKA, SUPAYA MEREKA TIDAK MEMALINGKAN KAMU DARI SEBAHAGIAN APA YANG TELAH DITURUNKAN ALLAH KEPADAMU. JIKA MEREKA BERPALING (DARI HUKUM YANG TELAH DITURUNKAN ALLAH), MAKA KETAHUILAH BAHWA SESUNGGUHNYA ALLAH MENGHENDAKI AKAN MENIMPAKAN MUSIBAH KEPADA MEREKA DISEBABKAN SEBAHAGIAN DOSA-DOSA MEREKA. DAN SESUNGGUHNYA KEBANYAKAN MANUSIA ADALAH ORANG-ORANG YANG FASIK. APAKAH HUKUM JAHILIYAH YANG MEREKA KEHENDAKI, DAN (HUKUM) SIAPAKAH YANG LEBIH BAIK DARIPADA (HUKUM) ALLAH BAGI ORANG-ORANG YANG YAKIN?” (QS. Al Maidah : 49-50
4.      Membimbing manusia ke jalan yang lurus
“DAN BAHWA APA YANG KAMI PERINTAHKAN INI ADALAH JALAN-KU YANG LURUS, MAKA IKUTILAH DIA DAN JANGANLAH KAMU MENGIKUTI JALAN-JALAN (YANG LAIN), KARENA JALAN-JALAN ITU MENCERAI-BERAIKAN KAMU DARI JALAN-NYA. YANG DEMIKIAN ITU DIPERINTAHKAN ALLAH KEPADAMU AGAR KAMU BERTAKWA.” (QS. Al An’am : 153)
5.      Menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat
“BARANG SIAPA YANG MENJALANKAN AMAL SALEH, BAIK LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN DALAM KEADAAN BERIMAN, MAKA SESUNGGUHNYA AKAN KAMI BERIKAN KEPADANYA KEHIDUPAN YANG BAIK DAN SESUNGGUHNYA AKAN KAMI BERI BALASAN KEPADA MEREKA DENGAN PAHALA YANG LEBIH BAIK DARI APA YANG TELAH MEREKA KERJAKAN.” (QS. 16 : 97)



BAB III
PENUTUP
3.1    Kesimpulan
                  Agama adalah suatu kepercayaan yang mengajarkan dan mengatur peribadatan manusia kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, hubungan manusia dengan manusia serta hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Setiap agama memiliki cara yang berbeda dalam melakukan peribadatan. Namun semua agama mengajarkan satu hal yang sama yaitu kebaikan.
                    Manusia memiliki kebutuhan batin maupun lahir akan tetapi, kebutuhan manusia terbatas karena kebutuhan tersebut juga dibutuhkan oleh manusia lainnya. Karena manusia selalu membutuhkan pegangan hidup dan keseimbangan manusia dilandasi kepercayaan beragama. Agama sangatlah penting dalam kehidupan manusia karena sebagai sumber moral, petunjuk kebenaran, sumber informasi tentang masalah metafisika, memberikan bimbingan rohani di kala suka maupun dikala duka.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi Abu dan Noor Salimi, Dasar-Dasar Pendidikan Agama Islam, Jakarta, Bumi Aksaara: 1991
Connolly Peter, Aneka Pendekatan Studi Agama, Yogyakarta, LKIS Yogyakarta: 2002
Daniel CM, The Power of Religion, Yogyakarta, Penguin Books: 2001
Luth Thohir dkk, Buku Daras Pendidikan Agama Islam di Universitas Brawijaya, Malang, Pusat Pembinaan Agama Universitas Brawijaya: 2016
Muchtar Adeng Ghazali, Ilmu Studi Agama, Bandung: Pustaka Setia: 2005
Adlany dkk, Alqur’an dan terjemahan indonesia, Jakarta, Sari Agung: 1995



Rabu, 09 Maret 2016

Contoh Cerpen Cinta Mini " Sang Waktu"

Sang Waktu
Dengan langkah gontai aku menjejalkan diriku memasuki aula. Di mataku ada ratusan orang sedang berbincang – bincang dengan mengenakan kemeja cokelat muda dan bawahan coklat sedikit lebih tua ya termasuk aku. Saat jam menujukan pukul 13.00 WIB itulah yang paling kunantikan melepas segala penat dengan berkelana ke dunia fantasiku, berbuat semauku hingga menjelang sore. Namun aku harus merelakan mimpi siangku untuk menghadiri event sekolah ini. Sudah menjadi kewajiban siswa senior mengikuti kampus fair mungkin bisa berguna untuk masa mendatang. Aku mengambil tempat di samping temanku yang berbadan sedikit tambun dengan niat bersandar di bahunya sebagai siasatku untuk menyelami alam mimpi indahku.

“ Hei, bangun liat itu siapa!” antusias si tambun.
“ Siapa sih? Aku ngantuk tau.” aku merengek dengan sekuat tenaga berusaha membuka mata.

Sepersekian detik aku bangun dan duduk tegap. Mataku masih terhipnotis oleh seseorang yang mampu membekukanku. Potongan – potangan gambar melintasi pikiranku. Saat aku sedang kesulitan memecahkan misteri ribuan angka.

“ Bu, ini caranya gimana? “ tanyaku hampir bersamaan dengan seorang lelaki.
“ Kamu dulu.” kata lelaki itu sambil menarik senyum yang tulus. Aku mematung tidak tau harus berkata apa dan berbuat apa, seperti amnesia.
“ Mana yang ditanyakan?” pertanyaan guru lesku menyadarkanku.

Setelah memecahkan masalah aku kembali mencoba tantangan di nomor berikutnya. Tanpa kusadari lelaki itu berjalan ke arahku. Aku pikir dia duduk di bangku kosong yang berjarak beberapa meter denganku. Ternyata dia menghentikan langkahnya tepat di sampingku.

“ Apa ini sudah benar, Bu?” tanya dia kepada orang yang duduk berhadapan dengan kami
“ Salah.” Jawabnya singkat sambil melukis angka yang menurutnya benar. “Kenapa kamu tidak duduk? Itu ada bangku kosong.” menurunkan kacamata dan menaikanya kembali.
“ Berdiri saja “ sambil mencondongkan badanya ke arah lukisan angka itu.

Namun lama – lama dia semakin mendekat ke arahku ku pikir dia tidak bisa menjangkau lukisan angka itu. Lalu aku sedikit menggeser tubuhku dengan harapan agar dia mampu menjangkaunya. Tapi yang terjadi justru dia duduk di kursiku, satu kursi denganku, tanpa hitungan kami sama – sama mengembangkan senyum.

 “ Woi, malah bengong!” bentakan si tambun membawaku kembali ke dunia ini
“ Eh itu.. itu dia masih ingat ngga ya sama aku?” gumamku.

Orang yang mengetahui isi hatiku hanyalah si tambun. Mungkin karena kami les di tempat yang sama. Aku beruntung memiliki sahabat yang mampu menjaga rahasia. Aku juga bersyukur akhirnya selama bertahun - tahun dipertemukan kembali oleh sang waktu.

Dia kini memasuki aula mengenakan jas universitasnya dengan gagah ya dia memang seniorku. Mataku masih terkunci mengekorinya, tidak dapat terlepas darinya, selalu perhatikan setiap gerak – geriknya, masih sama  dengan dulu saat pertama kami bertemu, sangat mempesona. Begitu lama aku memandangnya sampai akhirnya mata hitamnya memergokiku. Mata kami saling bartaut sangat lama seakan bumi berhenti berputar, jantung berheti berdetak, darah berhenti mengalir, sang waktu kini telah membeku dan berpaling kepadaku. Tanpa mengedipkan mata sedetikpun dia menarik senyum khasnya dan tanpa diminta semburat merah jambu kini hadir menghiasi wajahku.

Kamis, 24 September 2015

Cinta adalah Ikhlas

Setiap orang dikaruniai hati yang bisa merasakan bahagia, bangga, kecewa, sedih, sakit dan masih banyak lagi. Biasanya orang akan merasakan satu perasaan saja dalam satu kurun waktu tertentu. Seperti bahagia atau sedih yang dikarenakan sebuah masalah namun dapat diselesaikan dengan kepala dingin. sedih karena ulangan matematika mendapat C kemudian dengan tekun belajar ulangan berikutnya mendapatkan A+ .

Namun ada juga orang yang merasakan lebih dari satu perasaandalam waktu yang sama. Seperti rasa senang, malu, kecewa, sakit, sedih dan itu semua disebabkan oleh sebuah masalah yang menyelesaikanya membutuhkan waktu berbulan – bulan bahkan bertahun – tahun. Apalagi penyebabnya kalau bukan cinta

 Cinta pasti dimiliki oleh semua orang dari usia masih dini sampai dewasa. Saat kecil kita merasa kasih sayang sorang ibu yang tulus begitu juga waktu dewasa. Namun ketika beranjak remaja kita akan merasakan cinta yang sangat rumit. Dan cinta juga yang membuat perasaan menjadi labil
Saat pertama kali bertemu biasa saja tidak merasakan sesuatu yang aneh. Namun lama – lama jika terus bersamanya kita akan merasa nyaman, tenang mugkin itu adalah awal dari rasa cinta. Mencintai seseorang tanpa memandang fisik, materi, dalam arti lain mernerima apa adanya.

Bahagia saat berada di dekatnya, bahagia saat melihat senyumnya, bahagia saat menatap matanya. Apalagi jika dia melakukan suatu hal yang menujukan bahwa dia memiliki perasaan yang sama. Itulah definisi rasa bahagia ketika sedang jatuh cinta

Namun dia mulai berbeda, tidak peduli, menjauh. Apa yang membuat dia berubah? Apa ada yang salah denganku? Atau dia mulai bosan? Atau bahkan dia telah menemukan yang lebih baik dariku? Semula kukira dia satu satunya orang yang bisa membuatku bahagia, itu salah besar. Aku kecewa,
Apalagi setelah mengetahui dia tak membalas cinta rasanya hati ini sesak seperti berada di ruang hampa. Sakit seperti tertusuk busur panah sampai menembus punggung. Remuk seperti kaca yang pecah. Redup seakan tiada sinar yang mampu menerangi hidupku

Aku tidak tau lagi harus berbuat apa. Seakan semua yang kulakukan sia –sia.Tetesan air mata membeludak keluar tanpa diminta. Tiada obat yang mampu menghentikan rasa sakit ini. Apakah ini yang disebut patah hati? Lantas sampai kapan aku harus merasakan pahit ini?
Bulan – bulan pun berlalu aku mulai muak dengan perih ini. Aku ingin lari dari masalah yang tiada penyelesaian ini. Tapi bagaimana caranya? tiada lagi harapan yang selalu ku agungkan. Tapi bukankah jika berjuang pasti ada jalan?

Meskipun aku hidup sendiri di ruang sunyi aku masih memiliki Tuhan. Aku berdoa jika tulang rusuknya tidak ada di dalam tubuhku aku akan ikhlas. Cinta adalah Ikhlas melihat tatapan sinar matanya yang indah untuk orang lain. Jika dia bahagia bersama orang lain, maka kita akan merasakan bahagia. Karena setiap orang memiliki kebahagiaan cinta yang berbeda. Aku percaya pasti Tuhan masih merahasiakan siapa pemilik tulang rusukku ini. Biarlah masa bergulir dengan sendirinya untuk saling mempertemukan.


Selasa, 08 September 2015

Hukum Keepler


Hukum Keepler I
Setiap planet bergerak dalam lintasan elips dan matahari terletak dalam salah satu titik fokus elips tesebut
Bukti : ada titik perihelium (Bulan Januari / Penguapan tinggi) dan titik apehelium (Bulan Juli / dingin)
Hukum Keepler II
Dalam selang waktu yang sama garis hubung (garis khayal) planet dan matahari menyapu luas daerah yang sama.
Bukti : dengan momentum sudut
Luas derah yang disapu planet selama Δt adalah
ΔA = ½ x panjang x tinggi
     ΔA = 1/2m (m r v sin θ) Δt

 
ΔA  = ½ x r x (vΔt sin θ)


Δt   : selang waktu
vΔt : jarak planet elama selang waktu
v     : menyingung lintasan
θ     : sudut yang dibentuk oleh vektor jari – jari dengan vektor kecepatan planet
r      : jarak matahari ke planet
m    : massa

Hukum Keepler III
Perbandingan kuadrat periode revolusi planet mengelilingi matahari dengan pangkat tiga jarak rata – rata planet ke matahari adalah sama untuk semua planet
T12 = T22
R13   R23


Speech About Education

Lets go to spirit for our study

Assalamu’alaikum wr.wb

Our respected to English teacher and to all of my beloved friends. I would like to invite you to thank to Allah the Almighty, Who has given us Mercy and Blessing, so we can meet together in this blessing place. And also I don't forget to deliver sholawat and salam to our prophet Muhammad SAW, Who has brought us from the darkness to the brightness, so we are always in the right way.

Ladies and gentlemen
It be a great honor for me, to stand right here in front of you all to give a speech about education under the title “Let’s go to spirit for our study”.

Motivation to study won’t be established if the person concerned doesn’t have any longings, goals, or realize the benefits of studying for his own good. Therefore, certain way of conditioning is needed, so that we or who wants some spirits to study will be motivated.

Here some tips to increase our motivation to study:
1. Making friends or hanging out with people who like to study and have may achievements will make us end up liking to study as well.
2. Studying and learning everything, we can study and learn about many kinds of skills, such as learning or studying how to assemble computer components, write kinds of writings, make movies and films, become an entrepreneur, and many others.
3. Studying and Learning from internet, We can use internet to join with people who like to study.
4. Associating with people who are always optimistic and think positively. You can finding out someone or some community who can help to lead or motivate you in studying and making achievements.

That’s all I would like to say. Please forgive me for my mistaken words. Thank you for the attention.

Wassalamu’alaikum wr.wb